Awas Lowongan Kerja Tipu-Tipu

Saat kamu akan melamar suatu pekerjaan, ternyata kamu sering sekali dihadapi situasi yang menyulitkan yaitu dihadapi dengan kenyataan kalau perusahaan yang ingin kamu lamar ternyata menginginkan kandidat calon pegawai yang memiliki pengalaman atau jam terbang.

Ditambah kondisi berikut:

  1. Lowongan sedikit dibandingkan pencari kerja
  2. Ekonomi sulit sehingga banyak usaha kolaps atau tidak membuka lowongan lagi
  3. Kurangnya kesesuaian antara industri dengan dunia pendidikan sehingga alumninya susah diserap oleh industri karena tidak memenuhi kriteria yang dibutuhkan

Menghadapi hal ini, eh tau tau ketemu lowongan kerja yang menjanjikan, tidak memerlukan pengalaman, dan ternyata gaji besar. Mantap tentunya.

Tapi, ternyata tipu atau palsu, nah ini yang jangan sampai kita alami.

Simak tipsnya dibawah, agar tidak terjerumus lowongan kerja palsu atau tipu tipu ya.

1. Detail Tulisan Lowongan yang Buruk

Lowongan kerja yang benar selalu ditulis dengan teliti. Jika kamu menemukan lowongan di situs pencari kerja yang mengandung terlalu banyak typo, bisa dipastikan lowongan tersebut palsu.

Kesalahan ketik seperti salah ejaan, salah penggunaan huruf kapital, dan tanda baca sangat mungkin dilakukan oleh para pemalsu lowongan kerja di situs pencari kerja.

Selain itu, jika kamu menemukan lowongan di situs pencari kerja yang aneh secara tata bahasa dan kosa kata, besar kemungkinan lowongan tersebut palsu.

Terkadang, para pemalsu lowongan kerja tidak ragu untuk menerjemahkan secara harafiah lowongan dari bahasa asing menggunakan situs penerjemah seperti Google Translate.

Ingat, bahwa penulisan lowongan kerja yang sembrono tidak mungkin dilakukan oleh sebuah perusahaan. Perusahaan yang benar-benar mencari calon karyawan pasti memikirkan penulisan lowongannya dengan matang.

Lowongan kerja yang dipasang di situs pencari kerja bahkan bisa menjadi salah satu media branding yang digunakan perusahaan agar memiliki kesan bonafide.

2. Tidak Butuh Pengalaman Kerja

Bagi seorang fresh graduate, pengalaman yang minim terkadang menjadi halangan untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Sayangnya peluang ini sering dimanfaatkan oleh para pemalsu lowongan kerja di situs pencari kerja.

Lowongan kerja palsu tersebut biasanya menawarkan pekerjaan yang tidak membutuhkan pengalaman kerja sebelumnya.

Jika sebuah perusahaan yang asli menggunakan situs pencari kerja untuk mencari fresh graduate, biasanya mereka mencantumkan suatu persyaratan khusus berupa pendidikan minimal jurusan tertentu.

Perusahaan yang benar-benar mencari karyawan akan sangat menghargai pengalaman sekecil apapun itu seperti magang.

Berhati-hatilah pada lowongan kerja di situs pencari kerja yang mengesankan semua orang bisa melakukan pekerjaan tersebut.

3. Gaji yang Besar atau Fantastis

Berhati-hatilah saat mencari pekerjaan melalui dunia maya di situs pencari kerja, terutama tentang nominal gaji yang ditawarkan.

Tanda ketiga yang bisa kamu perhatikan pada lowongan kerja palsu adalah gaji yang terlampau tinggi. Gaji fantastis tersebut diharapkan dapat menarik perhatian para jobseeker yang mudah tergiur.

Jangan mudah percaya pada gaji yang ditunjukkan di lowongan kerja dalam situs pencari kerja. Untuk menghindari penipuan, sebaiknya kamu melakukan sedikit riset tentang nominal gaji rata-rata untuk suatu profesi.

4. Meminta Sejumlah Uang, Eits..

Sebuah lowongan di situs pencari kerja yang palsu biasanya menipu para job seeker dengan cara meminta sejumlah uang dari mereka.

Jika ada sebuah perusahaan yang menawarkan sebuah posisi pekerjaan di situs pencari kerja yang memintamu untuk melakukan sebuah transaksi uang untuk mereka, kamu patut mencurigai perusahaan tersebut.

Alasan yang mungkin mereka gunakan adalah kamu harus membayar asuransi untuk barang yang akan kamu gunakan dalam pekerjaan tersebut.

Hal ini sangat tidak masuk akal. Perusahaan mencari seorang karyawan dari kompetensinya dan membayarnya, bukan malah meminta sejumlah uang.

5. Penawaran Kerja Mendadak

Satu cara lain yang bisa dilakukan oleh para penipu dalam lowongan di situs pencari kerja adalah langsung menawarkan suatu posisi pekerjaan kepada individu.

Jika kamu ditawari untuk mengambil pekerjaan tersebut secara langsung saat kamu melamarnya di situs pencari kerja, sebaiknya kamu mulai berhati-hati.

Setiap karyawan yang direkrut oleh perusahaan yang benar-benar profesional pasti dipilih dengan hati-hati. Perusahaan membutuhkan waktu untuk mengenal setiap kandidat, memilih, kemudian melakukan tes dan wawancara sebelum benar-benar yakin untuk merekrutmu.

Penawaran pun biasanya dilakukan secara tatap muka di kantor perusahaan yang bersangkutan karena berkaitan dengan kontrak kerja serta legalitas hukum.

6. Alamat Email Tidak Profesional

Jika setelah kamu melamar suatu pekerjaan di situs pencari kerja, kamu tiba-tiba mendapat email dari orang yang tidak dikenal dengan alamat pribadi dengan domain umum, kamu patut curiga.

Seorang hiring manager biasanya menggunakan akun email dengan domain perusahaan tempat ia bekerja, misalnya nama@perusahaan.com, dalam mengirim surat yang berhubungan dengan pekerjaannya.

Penipu akan menggunakan alasan server perusahaan sedang down jika ditanya tentang alamat email tersebut. Selain itu, kamu juga perlu berhati-hati jika email yang kamu terima tidak mencantumkan alamat dan kontak perusahaan yang bersangkutan.

7. Meminta Informasi Pribadi

Salah satu tujuan para pemalsu lowongan pekerjaan di situs pencari kerja adalah untuk mendapatkan informasi pribadi dan mendapatkan uang dari data tersebut. Jika kamu dimintai informasi seperti rekening bank atau asuransi, bisa dipastikan itu adalah lowongan pekerjaan palsu.

Cara lain yang mereka gunakan adalah dengan menggunakan suatu website khusus di mana kamu diminta untuk mengisi formulir yang mengandung informasi yang rahasia dengan alasan “mendaftarkanmu ke dalam asuransi perusahaan”. Untuk menghindari hal ini, kamu bisa mengecek apakah website tersebut aman. Website yang aman memiliki awalan “https://”, bukan “http://”.

Keaslian Lowongan Kerja

Keaslian lowongan kerja sangat penting baik bagi perusahaan maupun pencari kerja.

Lowongan kerja palsu yang tersebar di situs pencari kerja bisa jadi merusak nama baik perusahaan yang dicatut namanya, apalagi jika terdapat unsur penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, pencari kerja juga pasti dirugikan karena privasi datanya yang tersebar ke tangan yang salah. Para pencari kerja memang sangat rentan mendapatkan penipuan karena dianggap sebagai orang yang sedang membutuhkan uang.

Namun, alih-alih mendapatkan uang, jika kamu sampai tertipu dengan lowongan kerja palsu di situs pencari kerja, kamulah yang mengeluarkan uang dan menyerahkannya secara tidak sengaja pada si penipu.

Sumber: Glints.com, Kompetensi.info