Jeli Mencari Lowongan Kerja

Apa yang membuat susahnya mencari kerja?

Saat kamu akan melamar pekerjaan, kamu sering sekali dihadapi situasi yang menyulitkan bagimu yaitu dihadapi dengan kenyataan kalau perusahaanyang ingin kamu lamar ternyata mengingnkan kandidat yang memiliki pengalaman atau jam terbang.

Cari Kerja Sebenarnya Mudah!

Satu – satunya hal yang membuat manusia kesulitan dalam mencari pekerjaan adalah ekspektasi dan keinginan mereka yang tinggi, mau alasan apapun pasti balik lagi ke dua hal tersebut.

Ekspektasi tinggi seperti ingin kerja dengan pendapatan yang tinggi, jam kerja yang fleksibel, hingga lingkungan kerja yang nyaman, hal – hal ini sulit ditemukan apalagi ketika anda merupakan warga negara dari negara berkembang.

Kemudian keinginan yang tinggi seperti cepat naik jabatan, cepat dapat bonus, hingga cepat dapat target, semua hal ini juga tidak bisa didapatkan secara instan apalagi bekerja ikut dengan orang lain.

Pekerjaan banyak kok, asal anda bertanya kepada diri anda langsung:

Maukah saya mengerjakan pekerjaan itu?

Alternatif lainnya tentu berbisnis dan berusaha sendiri, tapi sulit dan tidak mudah perjalanannya. Tapi kalau sudah diatas, anda akan banyak bersyukur kok!

Bonus Demografi

Mungkin udah mendengar tentang ini? Liat di quora sih udh banyak yang bahas juga. Dan sesungguhmya ada kaitannya dengan knp susah cari kerja. Kenapa bonus demografi? Bonus seharusnya menyenangkan bukan?

Yup mungkin aku bahas peluangnya dahulu, senagai Bonus demografi. Peluangnya adalah percepatan pertumbuhan negara Indonesia. Jika kita berhasil memanfaatkan bonus ini.

Dikutip dari Pidato bapak Jokowi Di gedung DPR/MPR Jakarta 20/10/2019 (liputan6.com)

“Akan menjadi sukses jika kita mampu menghasilkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang maju.”

Sebelumnya sedikit informasi , Bonus Demografi yang di katakan diatas adalah kondisi dimana angka penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (dibawah 15 dan di atas 64). Diperkirakan hal ini akan terjadi pada tahun 2030–2040.

Sehingga hal inilah yang menjadi peluang dan tantangan buat negara kita. Memang jika berhasil akan menjadikan negara kita Sukses. Tapi tentulah tidak semudah itu dalam mencapainya.

Contohnya di era saat ini saja , kita sudah merasakan salah satu dampaknya yaitu sulit mencari pekerjaan. Persaingan semakin ketat dan jumlah penyerapan tenaga kerja tidak sebanding dengan jumlah pekerja.

Pelamar yang sarjana saja cukup kesulitan. Salah satu contohnya CPNS, dimana 1 kursi bisa jadi rebutan ribuan pelamar. Padahal dengan kualifikasi sarjana. Ternyata memang cukup banyak yang masih berjuang dalam pencarian pekerjaan.

Kebayang ga kalau di kondisi saat ini saja kita sudah cukup kesulitan, apalagi nanti di tahun 2030–2040, jika kita gagal memanfaatkan bonus demografi. Apa yang akan terjadi di negara kita di tahun tersebut?

Salah satu langkah bapak Jokowi mengenai cara memghadapinya :

“Mewujudkan SDM yang dinamis, terampil, dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi. Kita hasilkan talent-talent (potensi SDM) global.”

Jadi kita harus benar-benar siap dengan hal ini. Beberapa point penting untuk menghadapinya:

  1. Kita tanpa sadar terbiasa di didik dengan Benar dan Salah.
    Dimana di sekolah, jika mendapatkan nilai pada suatu pelajaran kurang dari KkM, maka di anggap tidak terampil, Kurang pintar, malas belajar. Sehingga semua terpacu untuk nilai terbaik. Hal inilah yang dustru membuat kita takut akan kegagalan, oleh sebab itu lebih memilih berada di zona nyaman seperti menjadi pegawai tetap. Sudah menjadi cita-cita mayoritas masyarakat. Ubahlah pemikiran ini, agar tidak terjebak.
  2. Coba tes potensi diri, karna ini cukup berguna.
    Ketika aku pribadi tes, hasilnya aku baru mengetahai ternyata termasuk dalam Intuiting Introvert, dimana sifat dasarnya adalah Kreatifitas, Visioner(out of the box), dan totalitas. Sehingga aku diarahkan untuk bisa bekerja didunia kraatif atau sesuatu yang dapat mengeluarkan ide. Dan memang cocok, karna aku suka ikut lomba dan berkreasi melalui konten yang aku buat. (Kalo ada yang mau tes , temen aku buka juga. Tapi khusus area jakarta , karena tesnya menggunakan sidik jari). Tes ini menurut aku penting, karna banyak yang masih bingung sama kemampuan diri. Sebelum masuk perkuliahan, aku saranin coba tes ini juga. Tapi buat yang udah terlanjur lulus kuliah, ga ada salahnya tau potensi diri.
  3. Setelah kamu kenal sama potensi yang ada di diri kamu, kembangkan ke arah yang kamu sukai.
    Ternyata kamu ini tipe yang bisa membawa/menggiring orang untuk bekerjasama dengan kamu. Maka carilah pekerjaan yang sesuai, entah HRD mungkin atau kepala bidang. atau buat perusahaan sendiri dan kamu yang memimpin. Setiap orang pada dasarnya punya warna, jadi sebenarnya dalam sebuah tim akan lebih maksimal jika banyak warna yang bisa saling mengisi satu sama lain.
  4. Sering denger himbauan “Gunakan produk lokal” ?
    Sebenarnya hal ini terkait, pemerintah sedang berjuang dalam meningkatkan UMKM lokal . Tidak hanya untuk memenuhi pasar nasional, tetapi juga global. Dimana dikondisi saat ini kita juga harus memikirkan peluang apa yang bisa dikejar untuk luar negeri. Dan bangga sama Jawa Barat sebagai eksport tertinggi di Indonesia saat pandemi sekarang. Jadi buat kita yang muda harus mulai berfikir peluang apa yang bisa dikembangkan untuk maju kepasar global. Tidak hanya bermain di zona nyaman.
  5. Liat anak sekarang, kalau ditanya mau jadi apa?
    Jadi influencer, jadi youtuber kayak atta halilintar.
    Well gasalah sih. Tapi pikir 2x deh, apalagi dengan fenomena bonus demografis. Sebenernya yang sedih adalah ketika mereka berfikir agar cepat kaya melalui sensasi sehingga ada pemberontakan yang kadang merugikan orang lain dan bisa merusak mental anak-anak. Gimana mau bantu program pemerintah dalam bonus demografis ini? Please , ga perlu dihujat atau dilarang soal konten negatif. Makin dihujat makin tenar dan banyak duit mereka. Jadi menginspirasi orang berbuat yang sama. Lebih baik kita angkat konten yang positif.
  6. Tapi banyak juga saat ini anak muda yang tidak hanya bermain di zona aman. Tetapi mulai membangun usaha dan produk mereka. Terima kasih, kalian hebat dan keren. Kalian sungguh menginspirasi dan semoga makin banyak yang seperti kalian di Indonesia. Coba ciptakan jg yang bisa menuju pasar global.

Kita harus siap menghadapi fenomena satu ini bersama, ayo saatnya kita kolaborasi membangkitkan Indonesia agar bisa bersaing di Pasar global.

Kesempatan kita besar, terlebih sekarang teknologi memudahkan kita untuk bisa ikut serta dalam persaingan dunia. Ciptakan berbagai peluang dan kesempatan baru. Jadilah SDM berkualitas.

Sebenarnya untuk kalian para lulusan baru baik SMK/SMA atau Sarjana tidak perlu terlalu mengkhawatirkan hal tersebut loh. Yang terpenting kalian memiliki kemampuan, keterampilan, dan keahlian yang sesuai dengan pekerjaan yang diinginkan, seperti yang diajarkan di bangku sekolah atau kuliah, kalian bisa punya nilai lebih di mata HR Recruitment untuk bersaing dengan kandidat lain yang memiliki pengalaman.

Tips Cari Kerja

Lalu tips apa saja sih untuk kalian yang baru lulus sekolah atau kuliah untuk mendapatkan pekerjaan?

  1. Mulai Berkarir Lewat Lain, misal: Jalur MagangTidak sedikit perusahaan membuka lowongan magang untuk lulusan baru atau untuk mahasiswa di tahap akhir. Jadi kamu bisa bangat cari pengalaman dan dapat menjajal menyalurkan ilmu, kemampuan, keahlian dan keterampilan melalui jalur ini. Yang penting jajaki dulu dan tingkatkan kinerja saat magang, dengan harapan ditawari menjadi pegawai tetap. Walaupun tidak ditawari, setidaknya kita menambah pengalaman dalam bekerja
  1. Manfaatkan Relasi dari Teman atau KeluargaSudah jadi rahasia umum kalau perusahaan mengandalkan referensi, terutama untuk posisi tertentu. Karena itu, tidak perlu gengsi untuk tanya info lowongan ke teman, keluarga. Atau bahkan dosen dan guru
  1. Mencari Lowongan Yang Menerima Lulusan BaruMasih ada kok lowongan yang terbuka untuk lulusan baru, walaupun posisinya berbeda dengan jurusan kamu. Di dunia kerja harus terbuka dengan peluang apapun. Tapi hati-hati, ada yang kadang tipu-tipu. Latih intuisi kamu saat mencari lowongan kerja ya.

Penyakit yang umum: Malas dan Ragu

Pada suatu media, terdapat survey menyebutkan, ketika banyak generasi milenial diberikan dua pilihan: kerja atau bisnis, kebanyakan memilih bisnis karena tidak perlu bekerja mengikuti orang. Terdengar mudah bukan? Tampaknya banyak generasi milenial enggan untuk memulai bisnis sendiri dikarenakan mentalitas mereka yang malas atau ragu, dua hal yang menghambat pemasukan.

Lalu ketika disuruh milih kerja ikut orang? Banyak alasan, entah itu gajinya tidak cocok hingga pekerjaannya dianggap kurang manusiawi. Idealisme mereka akan pekerjaan atau bisnis idaman seakan tidak sebanding dengan hard skill maupun soft skill mereka.

Dapat pekerjaan itu tidak susah, jika kemalasan dan keraguan mereka dihapuskan atau setidaknya dilawan. Ingat musuh dan sahabat terbesarmu adalah dirimu sendiri, use yourself wisely.

Sumber: Liputan6.com, bbc.com